Suara Merdeka – Jembatan Sungai Ciomas yang ambles ditengarai menjadi salah satu penyebab banjir di Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu. Jembatan Desa Karanganyar, Kecamatan Gandrungmangu itu nyaris putus sejak beberapa tahun lalu. Bangkai pepohonan tersangkut di jembatan dan menyumbat sungai. Akibatnya, air sungai melimpas dan membanjiri permukiman sekitarnya. “Jembatan itu sudah ambles sejak delapan tahun lalu. [...]
November 30, 2010 | Dimuat dalam
Berita Terkini,
Cilacap |
Lanjut Baca »
Media Indonesia – Pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) mencapai 12.380 orang. Tetapi yang memenuhi syarat hanya 10.926 peserta. Padahal, kursi CPNS yang tersedia hanya 243 formasi. Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Publikasi dan Dokumentasi Panitia Penerimaan CPNS Cilacap Yuswo Haryono, Senin (29/11). “Namun, setelah dilakukan verifikasi, yang berhaK mengikuti [...]
November 30, 2010 | Dimuat dalam
Berita Terkini,
Cilacap |
Lanjut Baca »
Kompas – Banyak yang bilang, hidup sehat itu harus dilakoni dengan menjauhkan diri dari gaya hidup yang buruk. Nyatanya hal itu tidak sepenuhnya benar. Terkadang, kita juga perlu melakukan hal-hal “buruk” untuk menjauhkan tubuh dari penyakit. “Kebiasaan buruk bisa membuat kita bertingkah seperti anak kecil, karena itu disebut baik atau buruk tergantung situasinya,” kata Dr [...]
November 30, 2010 | Dimuat dalam
Kesehatan |
Lanjut Baca »
Kedaulatan Rakyat – Ratusan warga yang menamakan dirinya solidaritas rakyat untuk bersatu (Serbu), Sabtu (27/11) mendatangi Kantor Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat dan DPRD Banyumas. Kedatangan mereka diikuti permintaan agar Edi Cahyono (33) warga Desa Darmaji, Lumbir, Banyumas yang terlibat pencurian kayu pinus di petak 65 B wilayah KPH Banyumas Barat untuk dibebaskan. Menurut [...]
November 29, 2010 | Dimuat dalam
Banyumas,
Hukum & Kriminal |
Lanjut Baca »
Media Indonesia – Sejumlah warga di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) mengganti konsumsi beras mereka dari kualitas medium menjadi rendah. Pasalnya, mereka tidak mampu lagi menjangkau harga beras IR 64 yang kini menembus Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram (kg). “Untuk sementara ini saya tidak lagi mengonsumsi beras IR 64 kualitaas sedang, karena harganya telah mencapai Rp6.800 [...]
November 28, 2010 | Dimuat dalam
Banyumas,
Ekonomi & Bisnis |
Lanjut Baca »