Kedaulatan Rakyat – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan dana Rp 200 miliar untuk Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB). Bantuan langsung masyarakat itu diberikan kepada 2 ribu kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di 300 kabupaten/kota di Indonesia. Di Jawa Tengah, dialokasikan Rp 27 miliar untuk 270 Pokdakan di 27 kabupaten/kota.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Prof Dr Ketut Sugama mengemukakan hal itu saat menyerahkan dana BLM PUMP-PB sebesar Rp 6 miliar kepada 60 Pokdakan di 9 kabupaten/kota yakni Kebumen, Purworejo, Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kota Magelang dan Kota Salatiga. Penyerahan bantuan dipusatkan di pendapa rumah dinas Bupati Kebumen, Senin (19/9).
Menurut Sugama, bantuan Rp 100 juta untuk setiap kelompok disalurkan langsung ke rekening kelompok sebagai modal untuk membeli wadah, peralatan, benih ikan, pakan dan obat-obatan.
“Sampai dengan September 2011 disalurkan Rp 44,5 miliar yang diterima 431 Pokdakan di 9 provinsi,” jelasnya.
Dikatakan, bantuan itu sebagai upaya pemerintah memberdayakan masyarakat dan mendorong tumbuhnya wirausaha di bidang perikanan budidaya. Harapannya, produksi ikan dan pendapatan masyarakat meningkat. Sugama menghendaki bantuan itu berkembang sehingga menjadi usaha korporasi yang besar di pedesaan.
Di Kabupaten Kebumen, bantuan diterima 4 Pokdakan yakni Bumi Makmur Sejahtera Desa Kedawung Pejagoan, Mina Waru Desa Jatijajar Ayah, Mina Saroyo Desa Pringtutul Rowokele dan Mina Sari Desa Redisari Rowokele. Terbanyak, diterima Banyumas dengan 30 Pokdakan yang semuanya membudidayakan ikan gurame.






