Pasca Lebaran, Harga Ikan Tetap Tinggi

Dimuat 8 September 2011 dalam Kategori Cilacap, Ekonomi & Bisnis, Headline. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

Pasca Lebaran, Harga Ikan Tetap Tinggi

Foto : Tribunnews

KRjogja – Harga ikan laut di Kabupaten Cilacap, pascalebaran masih bertahan tinggi.

Pantauan di sentra perdagangan ikan Kawasan Wisata Pantai Teluk Penyu, Cilacap mencatat, harga komoditas perikanan tangkap masih bertahan tinggi, antara lain ikan kakap merah berkisar antara Rp50 ribu-Rp55 ribu per kilogram, udang sebesar Rp60 ribu-Rp65 ribu/kg, kepiting Rp80 ribu/kg, dan ikan asin jenis jambal roti Rp35 ribu-Rp45 ribu/kg.

Dalam kondisi normal, harga ikan kakap merah berada pada kisaran Rp35 ribu-Rp40 ribu/kg, udang Rp40 ribu-Rp50 ribu/kg, kepiting Rp60 ribu/kg, dan ikan asin jenis jambal roti Rp25 ribu-Rp30 ribu/kg.

Seorang pedagang ikan, Makem (50), mengatakan kenaikan harga tersebut terjadi sejak beberapa hari sebelum Lebaran dan hingga saat ini belum mengalami penurunan.

“Kami kesulitan mendapatkan pasokan ikan dari nelayan karena angin di laut sangat kencang sehingga nelayan tidak berani melaut,” katanya, Kamis (8/9).

Ketua Paguyuban Pariwisata Teluk Penyu Karsidi mengatakan selain disebabkan minimnya pasokan dari nelayan, kenaikan harga ikan ini akibat serbuan pedagang dari luar daerah.

“Permintaan dari luar daerah juga cukup tinggi karena pedagang dari Yogyakarta, Kebumen, dan Pangandaran juga membeli ikan di Cilacap,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Koperasi Unit Desa “Mino Saroyo” Cilacap Untung Jayanto mengakui harga ikan laut di Cilacap hingga saat ini masih tinggi meskipun berbagai jenis ikan telah bermunculan di perairan selatan Jateng khususnya perairan Cilacap.

Menurut dia, hal itu kemungkinan nelayan lebih memilih menangkap ubur-ubur karena lebih mudah daripada ikan.

“Saat ini berbagai jenis ikan telah bermunculan meskipun jumlahnya belum sebanyak dulu, sebelum nelayan mengalami paceklik selama dua tahun. Akan tetapi setelah Lebaran, nelayan masih lebih memilih menangkap ubur-ubur karena mungkin lebih mudah,” kata dia menjelaskan.

Kendati demikian, dia mengatakan, pasokan ikan diperkirakan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan meskipun kondisi perairan selatan Jateng dipengaruhi gelombang tinggi.

Menurut dia, nelayan telah memahami karakteristik laut sehingga mereka akan tetap melaut meskipun terjadi gelombang tinggi.

“Kondisi yang susah dilalui terutama oleh kapal fiber, yakni garis pertemuan pantai dengan laut. Kalau ini sudah bisa dilalui, nelayan dapat leluasa mencari ikan karena kondisi gelombang di tengah laut relatif lebih tenang,” katanya.

  • Nug

    selama nelayan mengambil ikan di laut sesuai proporsinya,
    saya yakin persediaan ikan terus ada.
    jika ikan terus ada, kita berharap harga ikan akan terus stabil

Copyright © 2010 PurwokertoNews.Com All Rights Reserved