Tribunnews – Matahari belum sepenuhnya keluar ketika Didik Abidin (32) melarikan kencang bus PO Dedy Jaya dari Terminal Purwokerto ke arah Bumiayu, Selasa (2/8/2011) pagi. Baru menempuh setengah sejam perjalanan, bus kosong penumpang itu bertabrakan dengan truk bermuatan mentega di jalan raya Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah.
Kecelakaan di hari kedua Ramadhan itu mengakibatkan satu pengemudi tewas, dan tiga lainnya termasuk Didik mengalami luka-luka. Arus lalulintas Purwokerto-Tegal juga sempat tersendat ketika dilakukan evakuasi jasad sopir truk dan bangkai kendaraan yang melintang di jalan raya ramai lalulintas itu.
Korban tewas bernama Slamet Suwarso (47), sopir truk asal Jalan Tipar Baru, Kelurahan Kranji, Purwokerto Timur. Saat kejadian, korban sedang mengemudikan truk berwarna orange dengan nomor polisi B 9373 JQ dari arah barat menuju ke Purwokerto. Bagian kemudi truk bermuatan mentega itu ringsek dihantam kepala bus bernopol G 1629 GG yang dikemudikan Didik.
“Bus terlalu ke kanan dan melanggar marka. Dari arah berlawanan datang truk sehingga terjadi tabrakan,” kata Kepala Unit Kecalakaan Lalulintas Satlantas Polres Banyumas, Ipda Hariyanto, Selasa pagi.
Polisi menduga laju bus terlalu ke kanan karena baru menyalip dua sepeda motor. Ketika kejadian, polisi menduga bus melaju dengan kecepatan antara 60-70 Kilometer per jam.
Usai terjadi tabrakan, dua sepeda motor yang berada di belakang bus naas itu tak dapat mengendalikan laju kendaraan sehingga ikut menabrak bagian belakang bus. Dua pengendara motor yakni Yohanes Sumarsono (50), warga Paguyangan Brebes yang mengendarai Jupiter Z G 2575 DR dan Sukirno (28), warga Desa Karanggude, Karanglewas Banyumas yang mengendarai Honda Supra Fit R 6825 VA mengalami luka-luka.
Ipda Hariyanto mengaku proses evakuasi berjalan lama karena terkendala mengangkat tubuh korban tewas yang terjepit di ruang kemudian. Sedangkan para korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang dan Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto.
Setelah dilakukan pemeriksaan barulah diketahui sopir bus naas itu bukanlah sopir utama. Didik diketahui sebagai seorang kernet.






