Peternak Sapi Lokal di Banyumas Keluhkan Masuknya Sapi Impor

Dimuat 15 March 2011 dalam Kategori Banyumas, Ekonomi & Bisnis. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

Peternakan Sapi

Media Indonesia – Peternak sapi di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) mengeluhkan anjloknya harga sapi lokal akibat masuknya sapi impor dari Australia atau sapi Brahman Cross (BX).

Ketua Kelompok Tani Ternak Inti Mas, Sumbang, Banyumas, Bambang Dwi Sutarto mengatakan pada saat belum adanya serbuan impor sapi, harga sapi lokal dengan bobot sekitar 2,5 kuintal mencapai Rp5,5 juta. Padahal waktu beli, petani harus mengeluarkan Rp7 juta.

“Kerugiannya bagi peternak sangat besar, karena harga jual anjlok Rp1,5 juta dibandingkan dengan harga beli. Peternak sia-sia memelihara selama setahun,” kata Bambang, Selasa (15/3).

Dijelaskan Bambang, merosotnya harga sapi lokal ini terjadi sejak setengah tahun silam. “?Kalau dihitung per kilogram (kg) daging sapi hidup saat ini harganya hanya tinggal Rp16 ribu, padahal sebelumnya mampu mencapai Rp22 ribu per kg. Terus terang saat sekarang peternak kecil resah, bahkan banyak diantaranya mereka yang mulai frustasi akibat anjloknya harga sapi,” ujarnya.

Peternak lainnya yang ditemui di Pasar Ajibarang, Banyumas, Supardi, mengatakan bahwa peternak sapi lokal banyak yang mulai berpikir untuk tidak beternak. “Kami heran, karena seharusnya peternak bisa menjual dengan harga Rp13 juta untuk sapi seberat 6 kuintal, namun saat sekarang hanya Rp11 juta. Selama setahun memelihara, petani tidak mendapatkan keuntungan. Malah mengalami kerugian, karena selama setahun mencari rumput ternyata sia-sia karena anjloknya harga,” katanya.

Copyright © 2010 PurwokertoNews.Com All Rights Reserved