Kompas – Seorang anak, Ngizul Ismail (6), yang tenggelam di Sungai Lopasir Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah sejak Minggu (20/2/2011) lalu, akhirnya ditemukan, Selasa (22/2/2011). Korban ditemukan tewas mengambang sekitar tujuh kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di bawah jembatan gantung Grumbul Kepel, Desa Karanglewas, Kecamatan Jatilawang.
Menurut Koordinator SAR Ubaloka Banyumas, Heriyana AC, korban ditemukan warga setempat pukul 07.30. “Korban telah dievakuasi dan dibawa pulang ke rumah duka di Desa Kedungwringin RT 08 RW 02, Kecamatan Jatilawang,” ujarnya.
Siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nahdatul Ulama 1 Kedungwringin tersebut terseret arus besar Sungai Lopasir. Informasi dari ayah korban, Muslim Aziz (49), peristiwa tenggelam dan hanyutnya Ismail terjadi saat korban bersama dua temannya sedang asyik mandi di tepi Sungai Lopasir dekat Balai Desa Kedungwringin, Kecamatan Jatilawang sekitar pukul 08.00.
Saat itu, kondisi sungai sedang meluap. Ngizul langsung tenggelam terseret derasnya arus sungai. Sementara dua temannya yang lain berhasil menyelamatkan diri dengan menepi ke daratan. Kendati peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00, rekan-rekan Ngizul baru melaporkan kejadian ini kepada orang tua korban sekitar pukul 11.00.
Usai kejadian itu, orang tua langsung meminta pertolongan kepada tetangga. Sejak itu pencarian terhadap korban terus dilakukan dengan melibatkan SAR Polres Banyumas dibantu SAR Ubaloka.
Kepala Desa Kedungwringin, Sirin mengatakan arus Sungai Lopasir memang tergolong besar karena merupakan salah satu anak Sungai Serayu, sungai terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Bengawan Solo . Selain itu, saat kejadian, debit sungai memang sedang tinggi karena dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan.
Saat ditemui di rumah duka, orang tua korban, Muslim Azis (49) dan Eniyah (42), tampak histeris menyambut kedatangan jenazah anaknya. Menurut Muslim , kalau pergi bermain korban biasanya selalu berpamitan. Namun karena saat itu ayah Ngizul sedang sibuk dan ibu Ngizul berada di pasar, Ngizul pergi tanpa pengawasan orang tuanya.






