Media Indonesia – Arus kendaraan berat pengangkut berbagai barang yang melintas di jalur tengah dan selatan Jawa Tengah kian meningkat, seiring tingginya tingkat kebutuhan menjelang Lebaran.
Para pemilik kendaraan juga mengejar target, karena kendaraan berat tidak boleh beroperasi pada H-4 hingga H+1 Lebaran mendatang, kecuali truk pengangkut sembilan kebutuhan pokok (sembako) dan bahan bakar minyak (BBM).
Berdasarkan pantauan Media Indonesia, Senin (30/8), jalur tengah yang menghubungkan pantai utara (pantura) ke jalur selatan mulai dipadati kendaraan berat pengangkut sembako, alat bangunan, furnitur, kayu, dan berbagai macam barang lainnya.
“Jumlah kendaraan berat yang melintas memang jalur tengah maupun selatan Banyumas sudah mulai meningkat. Awak kendaraan mengejar target karena pada H-4 hingga H+1 Lebaran kendaraan berat dilarang melintas. Yang diperbolehkan hanya truk pengangkut sembako dan BBM, termasuk elpiji,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Banyumas Kartiman.
Ia menjelaskan, kenaikan arus kendaraan berat mencapai sekitar 10% bahkan bisa lebih dari biasanya. “Kami hanya memperkirakan, karena data resmi biasanya ada di jembatan timbang. Sementara kalau jembatan timbang merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tetapi dari perkiraan yang kami lakukan, ada peningkatan arus kendaraan berat mencapai 10 persen bahkan lebih,” katanya.






