Pertamina
Antara – Pertamina Depot Maos, Cilacap, Jawa Tengah, menyiapkan empat lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum untuk dijadikan sebagai kantong bahan bakar minyak pada masa arus Lebaran 2010.
“Namun untuk kepastian lokasinya, baru akan ditetapkan setelah kami menggelar rapat bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) dalam pekan ini,” kata Kepala Pertamina Depot Maos, Imam Wahyudi di Cilacap, Senin.
Menurut dia, Pertamina Depot Maos melayani 104 SPBU yang tersebar di tujuh kabupaten, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, dan sebagian Brebes.
Dalam hal ini, kata dia, pendistribusian BBM ke seluruh SPBU tersebut dilayani oleh 41 armada tangki.
“Kami optimistis pendistribusian BBM ke seluruh SPBU dapat berjalan lancar meskipun terkendala jumlah armada,” katanya.
Disinggung mengenai terjadinya kelangkaan BBM di sejumlah daerah di wilayah kerja Pertamina Depot Maos, dia mengatakan, sebenarnya SPBU tersebut masih bisa melayani tetapi mengalami keterbatasan pasokan.
Kendati demikian, dia mengakui salah satu penyebab terjadinya kelangkaan BBM tersebut akibat adanya keterbatasan armada tangki distribusi.
“Waktu itu kami memang dapat pelimpahan lima SPBU di wilayah Tegal sehingga beberapa armada digunakan untuk distribusi BBM ke sana. Akan tetapi sekarang lima SPBU tersebut telah kembali ke Tegal sehingga armada kami bisa difokuskan untuk mendistribusikan BBM di wilayah kerja Depot Maos,” katanya.
Terkait permintaan BBM selama masa arus Lebaran 2010, dia mengatakan, hal itu diprediksi akan mengalami peningkatan untuk jenis premium dan penurunan untuk jenis solar.
Ia mengatakan, permintaan BBM jenis premium diprediksikan meningkat dari 1.300 kiloliter per hari menjadi 2.300 kl/hari sedangkan permintaan solar menurun dari kisaran 600-800 kl/hari menjadi 450-500 kl/hari.
Menurut dia, penurunan permintaan solar ini disebabkan semua angkutan barang kecuali angkutan sembako tidak beroperasi selama arus Lebaran.







