Pikiran Rakyat – Kebutuhan BBM untuk Lebaran tahun ini, akan jauh lebih tinggi dibanding lebaran tahun lalu. Menurutnya, dalam posisi normal, konsumsi BBM jenis premium saat ini sudah mencapai 61 ribu kiloliter per hari. Sementara tahun lalu, konsumsi BBM jenis ini masih 56 ribu kiloliter per hari.
Vice President Communication Pertamina Moch. Harun mengatakan, menjelang puasa konsumsi BBM naik, “Ini karena banyak orang mudik untuk nyadran di kampung halaman,” katanya saat mendampingi Direktur Utama Pertamina, Karen Agustina, Jumat (13/8) di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagaor, Banyumas Jawa Tengah.
Konsumsi BBM jenis premium pada saat itu melonjak menjadi 63 ribu kiloliter per hari. Sehingga konsumsi BBM selama musim lebaran, diperkirakan akan melonjak cukup tinggi,” jelasnya.
Dalam posisi normal katanya, konsumsi BBM jenis premium saat ini sudah mencapai 61 ribu kiloliter per hari. Sementara tahun lalu, konsumsi BBM jenis ini masih 56 ribu kiloliter per hari. “Diperkirakan kebutuhan BBM khususnya premium pada musim lebaran tahun ini, akan jauh lebih tinggi dibanding lebaran tahun lalu,” ujar Harun.
Meski demikian dia menjamin, pasokan BBM ke SPBU-SPBU yang ada di Tanah Air, akan mencukupi. Saat ini kondisi stok BBM sangat mencukupi. Untuk stok premium, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 16 hari ke depan. Untuk solar, cukup untuk memenuhi kebutuhan 20 hari ke depan. Sedangkan untuk Avtur, cukup untuk memenuhi kebutuhan 26 hari ke depan. ”Pokoknya berapa pun kebutuhan BBM, kita akan penuhi sebab ini sudah komitmen bersama,” terangnya.
Sejak H-10 hingga H+10, seluruh SPBU di Tanah Air akan dipenuhi dengan BBM sehingga tak akan sampai kehabisan BBM. “Semua orang saat lebaran membutuhkan premium untuk mudik,” tambah Harun.






