Metrotvnews.com – Setidaknya ada dua rumah aspirasi di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), yakni Rumah Aspirasi Budiman (RAB) yang didirikan oleh Budiman Sudjatmiko dan Posko Puan yang diinisiasi oleh Puan Maharani.
RAB didirikan oleh Budiman untuk mendekatkan dia dengan konstituennya. Budiman merekrut aktivis-aktivis pemuda di Banyumas. Mereka kemudian belanja masalah di Banyumas dan Cilacap yang merupakan daerah pemilihannya. Sedangkan Posko Puan yang pertama kali berdiri di Solo mulai mengepakkan sayapnya di Banyumas.
Wakil Koordinator Posko Puan, Febrian Nugroho, menyatakan bahwa posko yang didirikan tersebut baru berjalan selama dua bulan. “Posko Puan ini menjadi tempat pendidikan politik bagi kaum marhaen dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh kaum marhaen. Dananya berasal dari Puan Maharani dan sebagian lainnya gotong-royong,” kata Febrian, Rabu (4/8).
Posko Puan yang memiliki sekretariat di Karangsalam, Kedungbanteng, tersebut membuat sejumlah divisi untuk memajukan pemikiran kaum marhaen dan kaum marginal di Banyumas. “Kami ternyata bisa jalan dengan dana swadaya. Sebagian memang dari Mbak Puan dan sebagian lagi dari gotong royong kaum marhaen Banyumas,” ujarnya.
Sementara RAB membuka sekretariat dengan mengontrak rumah di Perumahan Arcawinangun Estate di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas. Rumah itulah yang menjadi markas RAB sejak didirikan 4 Oktober 2009 beberapa hari setelah pelantikan.
Direktur RAB Jarot C Setyoko mengatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya murni dibiayai dari gaji Budiman sebagai seorang anggota DPR. “Nyatanya sampai sekarang program-pogram kami berjalan dengan baik, meski setiap bulannya hanya diberi bujet sekitar Rp20 juta. Sebetulnya untuk operasional membutuhkan dana Rp30 juta hingga Rp40 juta. Biasanya kekurangannya ditutup oleh donatur dan lembaga lain yang tidak mengikat,” jelas Jarot.
Sehingga kalau ada wacana penggelontoran dana APBN untuk rumah aspirasi, rasanya terlalu mengada-ada. “Dengan gaji seorang anggota DPR yang besar, cukup untuk menjalankan rumah aspirasi, tanpa harus ada uang rakyat. Kami telah membuktikannya,” tandasnya.
Menurutnya, ada dua poin penting yang kini diperjuangkan oleh RAB yakni soal tanah untuk petani dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Kami sudah melakukan advokasi kepada para petani di Cilacap dan Banyumas yang terlibat konflik tanah dengan pihak ketiga, misalnya perusahaan atau Perhutani. Hasilnya cukup nyata, karena pihak-pihak yang berkonflik dengan petani akhirnya mau berdamai dan petani bisa mendapatkan hak untuk menggarap tanah,” ujar Jarot.







