Serangan Wereng di Purbalingga Mengganas

Dimuat 24 June 2010 dalam Kategori Berita Terkini, Purbalingga. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

Media Indonesia – Serangan wereng coklat di Purbalingga, Jawa Tengah, kian mengganas. Sekitar 340 hektare (ha) tanaman padi diserang hama tersebut, padahal dua pekan lalu baru puluhan ha yang terkena.

Dari luas tersebut, 6,5 ha di antaranya dinyatakan puso. Di sisi lain, pestisida yang digunakan untuk mengatasi serangan wereng justru berdampak buruk terhadap ikan peliharaan warga, karena ikan-ikan itu mati.

Salah seorang petani di Desa Kalitinggar Lor, Kecamatan Padamara, Sutono, 39, mengatakan dirinya menyemprotkan pestisida untuk membasmi wereng. Hasilnya cukup baik. “Namun akibatnya ikan-ikan di sawah dan di kolam mati karena penggunaan pestisida tersebut. Karena itu, kolam-kolam ikan di wilayah ini untuk sementara aliran airnya ditutup,” kata Sutono, Kamis (24/6).

Petani lainnya, Suratmi, 45, mengungkapkan dari 7.500 meter persegi lahan yang digarapnya, setengahnya diserang hama wereng. “Petani kebingungan, karena kalau sudah diserang wereng dipastikan hasil panennya berkurang. Bahkan ada pula lahan padi yang semuanya puso,” katanya.

Koordinator pengamat hama dan penyakit tanaman Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah Wilayah Purbalingga Katiran mengakui serangan wereng meluas di Purbalingga. “Saat ini ada sekitar 302 ha lahan padi yang diserang wereng dalam kategori ringan. Terkena serangan parah seluas 33,5 ha, dan puso tercatat 6,5 ha,” ujarnya.

Serangan wereng, ujarnya, memang mengganas meski telah diantisipasi dengan menyemprotkan pestisida. Pihaknya bersama petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian terus mendampingi petani supaya dapat mengendalikan hama tersebut.

Menurut Katiran, pestisida yang dipakai untuk menyemprot tanaman padi memang berbahaya. Sebab, bisa mematikan ikan dan hewan lainnya.”Oleh karena itu, kami telah minta kepada petani supaya berhati-hati dalam menyemprot hama wereng supaya tidak berakibat buruk bagi lainnya,” tambahnya.

Copyright © 2010 PurwokertoNews.Com All Rights Reserved