Harga Beras Beranjak Naik

Dimuat 14 June 2010 dalam Kategori Banyumas, Ekonomi & Bisnis. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

Antara Jateng – Harga beras di tingkat penggilingan padi maupun pengecer di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengalami kenaikan.

“Kenaikan harga terjadi sejak sebulan terakhir seiring dengan masa paceklik karena petani sudah jarang yang menggilingkan gabahnya,” kata seorang pedagang beras, Suhadi (69) saat ditemui di tempat penggilingan beras “Ampera”, Desa Purwasari, Kecamatan Baturaden, Banyumas, Senin.

Menurut dia, harga beras Cimalaya di tingkat penggilingan saat ini mencapai Rp4.800 perkilogram atau naik sekitar Rp300 dari sebelumnya, yakni Rp4.500/kg.

Sementara harga beras jenis IR-64, kata dia, juga mengalami kenaikan dari kisaran Rp4.700 – Rp4.800/kg menjadi Rp5.000/kg.

Ia mengatakan, kenaikan harga juga dialami beras-beras kualitas biasa, yakni dari kisaran Rp4.100 – Rp4.200/kg menjadi Rp4.500/kg.

“Kenaikan harga beras ini memang belum setinggi tahun lalu yang mencapai di atas Rp6.000/kg. Namun jika dilihat kondisi cuaca saat ini, kemungkinan kenaikan harga beras bisa seperti tahun lalu,” katanya.

Menurut dia, kondisi cuaca yang tidak menentu sangat mempengaruhi kualitas beras karena selain banyaknya sawah yang terendam banjir, juga hama dan penyakit banyak yang menyerang tanaman padi.

Dengan demikian, kata dia, hasil panen diperkirakan juga akan mengalami penurunan sehingga harga beras akan semakin melonjak.

Informasi yang dihimpun ANTARA, penggilingan beras “Ampera” di Desa Purwasari saat ini hanya menggiling gabah sekitar satu ton per hari.

Padahal saat musim panen tiba, gabah yang digiling ditempat ini bisa mencapai lima ton per hari.

Sementara itu pedagang beras di Pasar Cerme, Desa Purwosari, Nurhayati (53) mengatakan, harga eceran beras jenis Cimalaya saat ini mencapai Rp5.400/kg sedangkan IR-64 mencapai Rp5.500/kg.

“Padahal sebelumnya, harga eceran beras Cimalaya hanya Rp5.000/kg dan IR-64 seharga Rp5.200/kg,” katanya.

Menurut dia, kenaikan harga tersebut disebabkan kurangnya pasokan beras di tingkat penggilingan.

Copyright © 2010 PurwokertoNews.Com All Rights Reserved